
Bacaan: Lukas 8:26-39
Lagu “Balonku” mengisahkan tentang keberadaan lima buah balon yang berupa-rupa warnanya. Ada balon hijau, kuning, kelabu, merah muda dan biru. – meski ada juga yang menyanyikan merah, kuning, kelabu, merah muda dan biru; sehingga balon hijau yang meletus bukan milik kita. – Tapi saya tidak ingin mengajak kita memilih mana lirik yang paling tepat, sebab yang manapun, keduanya menunjukkan keragaman warna dari balon. Dalam dunia ini ada banyak hal yang punya banyak rupa, termasuk Roh Jahat.
Lihat saja, dalam bacaan Injil hari ini, terdapat sekurangnya 2 rupa Roh Jahat yang nampak, yaitu:
1. Si Legion
Legion adalah sebuah istilah untuk menyebut sebuah pasukan yang terdiri atas tiga ribu sampai enam ribu orang. Setan-setan itu menyebut diri Legion untuk menunjukkan jumlah setan yang merasuk tubuh seorang laki-laki di Gerasa itu. Legion ini membuat seorang laki-laki hidup tidak wajar. Ia keluar dari standar kewajaran hidup yang baik. Pada umumnya orang tinggal di dalam rumah tetapi ia meninggalkan rumah. Sewajarnya orang mengenakan pakaian, tetapi ia tidak berpakaian. Si Legion memiliki daya destruktif (merusak) yang siap menghancurkan diri dan orang yang dekat dengannya. Maka tak heran ia dirantai dan dibelenggu.
2. Prasangka Buruk
Prasangka buruk ini dimiliki oleh penduduk Gerasa. Mereka menjadi ketakutan setelah melihat kuasa Yesus Kristus mengatasi kuasa setan-setan/ roh jahat. Ketakutan ini nampaknya berasal dari prasangka mereka bahwa kuasa Yesus itu destruktif (merusak/ merugikan). Sebab Yesus baru saja mengeluarkan setan-setan dari tubuh seorang laki-laki dan memasukkannya ke dalam babi-babi yang sedang mencari makan. Hal ini membuat babi-babi itu terjun ke jurang dan mendatangkan kerugian bagi pemiliknya. Mereka menjadi berpikir bila Yesus melakukan tindakan lagi bisa jadi ada kerugian material lainnya.
Mungkin masih ada lagi rupa-rupa roh jahat dalam dunia ini. Apakah kemudian kita menjadi takut dan gentar? Selayaknya kita menjawab dengan lantang: Aku/Kami tak takut dan gentar! Sebab Yesus besertaku (/kami)!
Yesus Kristus yang senantiasa beserta kita adalah Allah yang memiliki kuasa jauh lebih besar dari setiap kuasa yang ada. Si Legion saat baru melihat Yesus pun menyadarinya dan berkata dengan lantang: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku." (ay.28) Terhadap mereka ini kuasa Allah hadir untuk melawan kuasa-kuasa yang menghalangi kasih Allah nyata di tengah dunia ini. Dengan dikeluarkannya si legion, laki-laki tadi dipulihkan. Kini ia bebas melakukan yang benar. Maka ia rindu mengikut Yesus pergi.
Namun Yesus malah mengutusnya untuk membawa kabar sukacita tentang karya Allah atas dirinya. Karya Allah yang membebaskannya dari kungkungan kuasa jahat dan karya Allah yang membangunnya menjadi pribadi yang baru. Kini ia menjadi utusan Allah yang menolong orang-orang yang masih suka gagal paham dengan karya Allah. Ia diberi kuasa untuk menjawab prasangka buruk, kalau-kalau karya dan kuasa Allah itu menghancurkan dan membinasakan. Laki-laki Gerasa itu kini membawa berita bahwa Kuasa Allah melahirkan pemulihan dan menjadi awal bagi pembangunan keadaan yang lebih baik. Amin.
ypp